GARUT,Kondusif.com,- Persatuan tidak cukup hanya diucapkan. Di tengah berbagai ancaman yang dapat memecah masyarakat, Polres Garut bersama pemerintah daerah, TNI, mahasiswa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat meneguhkan kembali komitmen menjaga Jawa Barat tetap aman dan damai.
Komitmen itu disampaikan dalam Apel Kebangsaan Jaga Rawat Jawa Barat “Untuk Indonesia” di Lapangan Apel Mapolres Garut, Jumat (14/8/2026).
Apel tersebut mempertemukan sejumlah unsur pimpinan daerah.
Bupati Garut Abdusy Syakur, Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra, Dandim 0611/Garut Letkol Inf Fahrisal Efendi Sinaga, serta sejumlah pejabat daerah hadir dalam kegiatan tersebut.
Selain itu, peserta apel berasal dari unsur TNI-Polri, mahasiswa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Mereka bersama-sama menyatakan komitmen menjaga keamanan sekaligus merawat persatuan di Kabupaten Garut dan Jawa Barat.
Lima Komitmen Kebangsaan
Dalam apel tersebut, peserta membacakan Deklarasi Kebangsaan Jaga Rawat Jawa Barat.
Deklarasi itu memuat lima komitmen utama yang menjadi pijakan bersama.
Pertama, seluruh elemen masyarakat menyatakan kesetiaan kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Kedua, masyarakat berkomitmen merawat kebersamaan, kerukunan, toleransi, serta gotong royong dengan semangat silih asah, silih asih, silih asuh.
Ketiga, peserta bertekad menjaga generasi muda dan lingkungan dari narkoba, kekerasan, kejahatan, serta berbagai ancaman lainnya.
Keempat, mereka menyatakan penolakan terhadap hoaks, provokasi, intoleransi, dan berbagai bentuk tindakan yang berpotensi memicu perpecahan.
Terakhir, seluruh elemen masyarakat berkomitmen bersama-sama menjaga dan merawat Jawa Barat agar tetap damai dan sejahtera.
Deklarasi itu menjadi penegasan bahwa menjaga keamanan bukan semata-mata tugas aparat.














