Ciamis,Kondusif.com,- PT BPR Galuh Ciamis Perseroda atau Bank Galuh mencatat rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) neto sebesar 3,5 persen. Direktur Utama Bank Galuh, Usman Ependi, mengatakan penyaluran kredit dilakukan dengan mempertimbangkan kelayakan calon debitur dan risiko pembiayaan.
Hal tersebut disampaikan Usman saat ditemui di kantor Bank Galuh, Jalan MR Iwa Kusumasoemantri, Kecamatan Ciamis, Jumat (23/10/2026).
“Kalau kita NPL neto di 3,5 persen,” kata Usman saat menjelaskan kondisi kredit Bank Galuh.
Dalam menyalurkan pinjaman, Bank Galuh menerapkan penilaian terhadap calon debitur sebelum memutuskan pemberian kredit.
Penilaian tersebut mencakup kelayakan usaha, karakter calon peminjam, serta riwayat transaksi yang menjadi pertimbangan bank.
Usman menjelaskan, bank juga mempertimbangkan kebutuhan agunan berdasarkan tingkat risiko kredit.
Menurut dia, pembiayaan dengan risiko tinggi memerlukan agunan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya masalah pembayaran.
“Kalau yang memang berisiko tinggi, kita wajib menggunakan agunan,” ujarnya.
Kredit Mikro hingga Rp5 Juta Bisa Tanpa Agunan
Bank Galuh juga membuka peluang pembiayaan mikro tanpa agunan untuk pinjaman dengan nilai tertentu.
Usman menyebut kredit dengan nilai Rp5 juta ke bawah dapat dipertimbangkan untuk diberikan tanpa agunan, bergantung pada hasil penilaian bank.
“Yang kecil-kecil, yang mikro Rp5 juta ke bawah, itu dilihat dari feasibility study. Kita juga melihat karakter dan riwayatnya,” kata Usman.
Ia menegaskan, penyaluran kredit tetap harus memperhatikan prinsip kehati-hatian.
Sebab, dana yang dikelola bank berasal dari masyarakat sehingga penggunaannya perlu melalui pertimbangan yang matang.















Respon (1)