“Karena kita mengelola uang masyarakat juga harus hati-hati. Kalau memang secara karakter bankable bagus, maka dia layak kita biayai,” tuturnya.
Bank Galuh memiliki dua kategori utama pembiayaan, yakni kredit konsumtif dan kredit produktif.
Kredit produktif diarahkan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja masyarakat, sedangkan kredit konsumtif ditujukan untuk kebutuhan pribadi sesuai ketentuan produk yang tersedia.
Sejumlah produk kredit yang ditawarkan Bank Galuh antara lain kredit pegawai, Kredit Usaha Mandiri, Kredit Kuat Ciamis, serta Kredit Multiplane.
Bank Galuh Salurkan Kredit untuk Berbagai Kebutuhan
Selain pembiayaan usaha, Bank Galuh menyediakan Kredit Multiplane untuk membantu masyarakat yang membutuhkan biaya keberangkatan bekerja ke luar negeri, khususnya Jepang.
Usman mengatakan penyaluran kredit tersebut tetap mengikuti ketentuan perbankan, termasuk batas maksimum pemberian kredit.
“Kalau secara total, kita melihat ke BPR batas maksimum pemberian kredit itu 20 persen dari modal inti,” ujarnya.
Di sisi lain, Bank Galuh mencatat pertumbuhan aset dalam beberapa tahun terakhir.
Usman menyebut aset perusahaan meningkat dari Rp17 miliar pada 2021 menjadi Rp31,80 miliar pada 2025.
Hingga September 2026, aset Bank Galuh mencapai Rp36 miliar.
Menurut Usman, perkembangan usaha tersebut berjalan di tengah kondisi ekonomi yang menghadapi tantangan, termasuk penurunan daya beli masyarakat.
Meski demikian, Bank Galuh tetap menjalankan kegiatan penghimpunan dana melalui tabungan dan deposito serta menyalurkan kredit kepada masyarakat.















Respon (1)