banner 720x220
News  

Beras Bantuan di Ciamis Dikeluhkan Bau, Warga Pertanyakan Kualitas

Foto: istimewa
Foto: istimewa

CIAMIS,Kondusif.com,- Sejumlah warga di Kabupaten Ciamis mengeluhkan kualitas beras bantuan pangan yang mereka terima. Warga menyebut beras tersebut berbau, berwarna kusam, serta memiliki cukup banyak menir.

Keluhan itu disampaikan warga dari sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Cihaurbeuti, Panumbangan, dan Sadananya.

Mereka berharap beras bantuan yang diterima tetap memiliki kualitas yang layak untuk dikonsumsi.

Salah seorang warga Kecamatan Sadananya, Ujang, mengatakan bantuan beras disalurkan ke desa-desa di wilayah tersebut pada Rabu.

Menurut Ujang, beras dikemas dalam karung berwarna putih dengan tulisan hijau yang mencantumkan logo Bulog dan keterangan bantuan pangan.

Namun, setelah kemasan dibuka, ia mengaku menemukan kondisi beras yang menurutnya kurang baik.

“Setelah berasnya dibuka ternyata bau, warna genek (kusam), banyak benyer (menirnya). Setelah dimasak, anak tidak mau makan karena masih ada baunya,” tutur Ujang.

Ia mengatakan bau tersebut masih terasa setelah beras dimasak. Karena itu, ia berharap kualitas beras bantuan mendapat perhatian dari pihak terkait.

“Intinya bau. Ya Allah, rasanya tidak pantas buat manusia karena bau dan warnanya lebam atau genek. Setelah dimasak masih bau,” ungkapnya.

Menurut Ujang, bantuan pangan menjadi penting bagi masyarakat karena kondisi ekonomi yang sedang sulit.

Ia mengaku penghasilannya sebagai pedagang makanan keliling ikut terdampak akibat menurunnya daya beli masyarakat.

“Cari uang sudah susah. Ditambah diberi bantuan beras yang bau dan warnanya genek. Setelah dimasak masih bau, jadi hilang rasa lapar,” katanya.

Warga Bandingkan dengan Beras SPHP

Keluhan mengenai kualitas beras juga disampaikan Yuli.

Ia membandingkan beras bantuan yang diterimanya dengan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang pernah dibelinya.

Menurut Yuli, beras SPHP yang dibelinya memiliki kualitas yang dinilai lebih baik. Selain itu, harga beras tersebut juga dianggap membantu masyarakat.

“Beras itu bagus, suka KW 1. Bahkan sampai beli tiga karung karena murah dan meringankan beban perekonomian,” jelasnya.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *