banner 720x220
News  

BEM Pesantren Seluruh Indonesia Ingatkan Santri soal Etika dalam Menyampaikan Aspirasi

Kondusif.com,- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pesantren Seluruh Indonesia mendorong generasi muda, khususnya santri dan mahasiswa, untuk tetap mengedepankan etika serta nilai-nilai keislaman dalam menyampaikan aspirasi di ruang publik.

Menurut BEM Pesantren Seluruh Indonesia, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi.

Namun, kebebasan tersebut tetap perlu diimbangi dengan tanggung jawab moral, etika sosial, serta penghormatan terhadap hak masyarakat lainnya.

Koordinator Pusat BEM Pesantren Seluruh Indonesia, Ahmad Tomy Wijaya, mengatakan kritik terhadap pemerintah maupun penguasa merupakan bagian dari upaya mengingatkan dan memperbaiki keadaan.

Namun, ia menekankan bahwa kritik harus disampaikan dengan cara yang bijaksana agar tidak justru menimbulkan persoalan baru.

“Dalam perspektif Islam, menyampaikan kritik dan mengingatkan penguasa merupakan bagian dari amar ma’ruf nahi munkar, tetapi harus dilakukan dengan cara yang bijaksana dan tidak menimbulkan kemudaratan,” ujar Tomy.

Kritik Tetap Tegas, Demonstrasi Harus Beradab

BEM Pesantren Seluruh Indonesia menilai tradisi pesantren memiliki peran penting dalam membentuk budaya demokrasi yang sehat.

Pesantren tidak hanya mengajarkan keberanian menyampaikan kebenaran, tetapi juga membentuk karakter melalui adab, kesabaran, tawadhu, tabayun, dan penghormatan terhadap perbedaan.

Karena itu, mahasiswa dan santri dinilai tetap bisa menyampaikan kritik secara tegas tanpa mengesampingkan kesantunan.

Menurut Tomy, kekuatan sebuah gerakan tidak semata-mata ditentukan oleh kerasnya suara yang disampaikan.

Sebaliknya, cara menyampaikan aspirasi juga mencerminkan kualitas moral para penggeraknya.

Demonstrasi, lanjut dia, seharusnya menjadi sarana menyampaikan gagasan dan kritik secara terbuka.

Karena itu, aksi massa tidak semestinya berubah menjadi tindakan anarkis, perusakan fasilitas umum, provokasi, maupun tindakan lain yang merugikan masyarakat.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *