banner 720x220
News  

840 Masjid dan Musala di Ciamis Serentak Dibersihkan, Geber Mas Lampaui Target

Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Mas). (Dok, foto. Istimewa)
Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Mas). (Dok, foto. Istimewa)

CIAMIS,Kondusif.com,- Sebanyak 840 masjid dan musala di Kabupaten Ciamis serentak dibersihkan dalam Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Mas) 2026, Senin (10/8/2026). Jumlah peserta itu melampaui target yang ditetapkan Kementerian Agama (Kemenag) Ciamis.

Kemenag sebelumnya menargetkan 780 masjid dan musala mengikuti gerakan tersebut.

Namun, antusiasme pengurus masjid dan masyarakat membuat jumlah pendaftar mencapai 840 lokasi atau 107,69 persen dari target.

Kegiatan tingkat Kabupaten Ciamis dipusatkan di Masjid Al-Ikhlas Kemenag Ciamis.

Aksi berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.30 WIB dan melibatkan peserta secara serentak di 26 kecamatan.

Kepala Kemenag Ciamis H Asep Lukman Hakim mengatakan Geber Mas 2026 merupakan bagian dari agenda nasional Kemenag untuk menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan RI.

“Kegiatan Geber Masjid ini adalah kegiatan nasional yang mana Kementerian Agama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia mengadakan agenda-agenda kegiatan,” kata Asep saat ditemui di lokasi, Senin (10/8/2026).

Menurut Asep, Kemenag tidak ingin gerakan tersebut berhenti sebagai kegiatan bersih-bersih semata.

Sebaliknya, aksi itu diharapkan menjadi kebiasaan yang terus dijalankan pengurus masjid.

Karena itu, Kemenag menggandeng sejumlah pihak, mulai dari Dewan Masjid Indonesia (DMI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi kemasyarakatan Islam, hingga keluarga besar Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

“Tujuannya yaitu kita mempelopori pelaksanaan gerakan bersih-bersih masjid ini agar ke depan ini menjadi kebiasaan bagi para DKM itu sendiri,” ujarnya.

Asep menilai kebersihan masjid merupakan tanggung jawab bersama.

Ia berharap masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga bisa menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.

Bahkan, dia membayangkan masjid dapat menjadi alternatif tempat beristirahat bagi warga dalam perjalanan.

“Sehingga masjid ini menjadi tanggung jawab umat Islam. Kemudian juga masjid itu bisa menjadi alternatif tempat istirahat yang nyaman, tidak kalah dengan rest area atau SPBU,” katanya.

Cipaku Paling Banyak

Tingginya antusiasme masyarakat juga terlihat dari pendaftaran melalui 26 Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan.

Sejumlah wilayah bahkan mampu melampaui target minimal 30 masjid dan musala.

Kecamatan Cipaku menjadi wilayah dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 45 masjid dan musala.

Posisi berikutnya ditempati Sadanganya dengan 41 masjid dan musala serta Cihaurbeuti dengan 39 lokasi.

Kemudian Purwadadi mencatat 38 masjid dan musala.

Disusul Ciamis dan Lakbok masing-masing 35 lokasi, Panumbangan dan Cimangaras masing-masing 34 lokasi, serta Banjarsari sebanyak 31 lokasi.

Sementara itu, 16 kecamatan lainnya mencapai target tepat 30 masjid dan musala.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *