CIAMIS,Konfusif.com,- Sebuah tugu berdiri di kawasan Kampung Adat Kuta, Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis. Bangunan itu bukan sekadar penanda kawasan. Tugu Kalpataru tersebut diproyeksikan menjadi ikon baru Kampung Adat Kuta sekaligus simbol hubungan antara pelestarian budaya dan lingkungan.
Tugu itu lahir dari riset kolaborasi yang melibatkan perguruan tinggi berbadan hukum di Indonesia.
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi salah satu perguruan tinggi yang terlibat dalam program tersebut.
Perwakilan UPI mengatakan program riset kolaborasi tersebut melibatkan 24 perguruan tinggi.
Setelah sebelumnya melakukan pendampingan di Takengon, Aceh, tim tahun ini mengarahkan kolaborasi ke Kampung Adat Kuta.
“Untuk pertama kali kami menyampaikan bangunan Tugu Kalpataru. Mudah-mudahan ini menjadi ikon di kampung adat kita ini,” ujar perwakilan UPI dalam kegiatan Nyuguh di Kampung Adat Kuta.
Tugu tersebut kemudian diperkenalkan kepada masyarakat dalam rangkaian kegiatan ritual adat Nyuguh.
Simbol Budaya dan Lingkungan

Wakil Ketua Adat sekaligus Kepala Dusun Kuta, Didi Sardi, mengatakan keberadaan Tugu Kalpataru merupakan salah satu hasil penelitian dan kolaborasi dengan UPI.
Ia menyebut tugu tersebut sebagai bentuk penghargaan sekaligus hasil dari riset yang dilakukan perguruan tinggi.
“Dari penelitian UPI ada penghargaan pembuatan Kalpataru yang alhamdulillah terlihat di lokasi sekarang,” kata Didi.
Kehadiran tugu tersebut memiliki makna yang lebih luas karena Kampung Adat Kuta tidak hanya dikenal sebagai kawasan yang mempertahankan tradisi leluhur.
Masyarakat juga menjaga lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Kawasan Kampung Kuta berada di sekitar Sungai Cijolang, yang sekaligus menjadi batas wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Di sisi lain, masyarakat masih mempertahankan berbagai situs dan kawasan alam yang berada di sekitar kampung.














