CIAMIS,Kondusif.com,- Rektor Institut Nahdlatul Ulama (INU) Ciamis, Dr. H. Kusoy Fadiliah, M.Si., menegaskan bahwa mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Terintegrasi Kompetensi (KKN-IK) Tahun 2026 bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik.
Sebaliknya, mereka mengemban amanah sebagai duta perubahan yang membawa ilmu, akhlak, dan semangat pengabdian ke tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Kusoy Fadiliah atau yang akrab disapa Abi Kusoy saat memberikan sambutan pada acara Pelepasan Mahasiswa KKN-IK INU Ciamis di halaman Kantor PCNU Ciamis, Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Senin (27/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Abi Kusoy menegaskan bahwa pelepasan mahasiswa KKN bukan sekadar agenda seremonial tahunan.
Menurutnya, momen tersebut menjadi titik awal lahirnya komitmen besar INU Ciamis sebagai kampus yang tidak hanya mencetak lulusan.
Tetapi juga hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Hari ini bukan sekadar acara pelepasan mahasiswa KKN. Hari ini adalah momentum lahirnya sebuah komitmen besar bahwa INU Ciamis hadir bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi sebagai kampus yang mengabdi, bergerak, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan, mahasiswa yang diterjunkan ke desa tidak hanya membawa teori yang diperoleh di ruang kuliah.
Lebih dari itu, mereka membawa nilai-nilai keilmuan, akhlak, serta semangat untuk mengabdi kepada masyarakat.
Ilmu Harus Memberi Manfaat bagi Masyarakat
Abi Kusoy mengingatkan para mahasiswa agar tidak mengukur keberhasilan hanya dari gelar akademik yang dimiliki.
Menurutnya, ukuran keberhasilan seseorang justru terlihat dari sejauh mana ilmu yang dimiliki mampu memberi manfaat bagi orang lain.
Ia pun mengutip pesan para ulama, “Khairunnas anfa’uhum linnas”, yang berarti sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
Pesan itu, kata dia, harus menjadi pegangan seluruh mahasiswa selama menjalankan KKN.
Sebab, masyarakat tidak membutuhkan orang yang hanya pintar secara akademik.














