CIAMIS,Kondusif.com,- Di balik terjalinnya kolaborasi strategis antara PSGC Ciamis dan Persib Bandung, tersimpan perjalanan panjang yang penuh ketidakpastian. CEO PSGC Ciamis, Herdiat Sunarya, mengaku sempat berada di titik putus asa setelah tim promosi ke Liga 2 karena besarnya tantangan yang harus dihadapi.
Herdiat mengungkapkan, lolos ke Liga 2 justru membuka tantangan baru.
Menurutnya, pengelolaan klub di kasta kedua sepak bola Indonesia jauh lebih kompleks dibandingkan saat PSGC masih berlaga di Liga 3.
“Kami terus terang sempat putus asa. Setelah promosi ke Liga 2, kami menyadari pengelolaan klub sekarang harus benar-benar profesional, baik dari sisi sumber daya manusia, infrastruktur, maupun finansial. Kondisinya jauh berbeda dibanding delapan atau sepuluh tahun lalu,” ujar Herdiat saat konferensi pers usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PSGC dan Persib Bandung di Bumi Galuh Satria RSOP Ciamis, Rabu (1/7/2026).
Bertemu Owner RSOP Cijeungjing
Di tengah kebingungan itu, Herdiat memilih mencari jalan keluar.
Ia memberanikan diri bertemu dengan Founder dan owner dari RSOP Cijeungjing, dr. Iman Solichin untuk menyampaikan keinginannya membangun sepak bola Ciamis sekaligus menggerakkan perekonomian daerah melalui prestasi PSGC.
Di luar dugaan, niat tersebut mendapat respons positif. Bahkan, Herdiat mengaku terkejut ketika dukungan finansial untuk PSGC langsung mengalir.
“Besoknya saya mendapat kabar rekening PSGC sudah terisi Rp7,5 miliar. Jujur saya tidak menyangka. Saat itu saya merasa sangat lega,” tuturnya.
Jadi Tim Satelit Persib
Meski persoalan pendanaan mulai teratasi, Herdiat masih menyadari PSGC membutuhkan pendampingan dari klub yang sudah mapan agar mampu bersaing di Liga 2.














