Garut,Kondusif.com,- Ketenangan di kawasan wisata Pantai Santolo, Kabupaten Garut, mendadak pecah. Seorang pria berinisial AH (43) nekat mengamuk dan membacok dua petugas portal objek wisata tersebut lantaran permintaannya meminta uang retribusi ditolak.
Aparat dari Polres Garut bersama Polsek Cikelet bergerak cepat meringkus pelaku tak lama setelah kejadian.
Peristiwa berdarah ini tepatnya terjadi di gerbang masuk Pantai Santolo, Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Minta Uang
Kasat Reskrim AKP Joko Prihatin mengungkapkan, aksi premanisme ini bermula pada Selasa (31/3/2026) malam, sekitar pukul 19.10 WIB.
Pelaku yang merupakan warga Leuwigoong menyambangi lokasi kerja korban dengan menenteng sebilah golok.
”Awalnya pelaku datang mencari Kepala UPT Pariwisata Pantai Santolo. Namun, ia kemudian memaksa meminta uang sebesar Rp200.000 dari hasil penarikan retribusi kepada petugas yang berjaga,” ujar Joko kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).
Mendengar permintaan tak masuk akal tersebut, dua petugas portal, Pikri Fauzan (21) dan Liga Ginanjar (31), dengan tegas menolak.
Jawaban tersebut ternyata menyulut emosi AH. Tanpa biacara panjang, pelaku langsung naik pitam hingga perkelahian pun tak terhindarkan.
Korban Luka Sabetan Golok
Kalah jumlah tak membuat pelaku mundur. AH justru mencabut golok yang dibawanya dan menyerang kedua korban secara membabi buta.














