Dalam sesi ini, para sesepuh dan budayawan membagikan cerita mengenai asal-usul kampung, nilai-nilai historis, serta kearifan lokal yang berkembang di tengah masyarakat.
Ratusan warga mengikuti sesi tersebut dengan antusias.
Melalui dialog bersama para sesepuh, masyarakat diajak mengenal kembali perjalanan sejarah kampung sekaligus memahami nilai-nilai yang diwariskan generasi terdahulu.
Pembahasan sejarah ini juga menjadi ruang pertemuan antara generasi tua dan generasi muda.
Para sesepuh menyampaikan pengetahuan yang mereka miliki, sedangkan anak muda memperoleh kesempatan untuk menggali identitas dan akar budaya lingkungannya.
Pentas Seni dan Nobar Film Meriahkan Acara
Suasana semakin meriah ketika pemuda dan pemudi Dusun Sukamaju menampilkan beragam pertunjukan seni.
Alunan musik dan penampilan seni tradisional menghibur warga yang memenuhi lokasi kegiatan.
Panggung tersebut sekaligus menjadi ruang bagi anak muda untuk menunjukkan kreativitas dan kecintaan terhadap kebudayaan lokal.
Tak berhenti pada pertunjukan seni, panitia kemudian menggelar nobar film karya pemuda-pemudi Dusun Sukamaju sebagai puncak acara.
Pemutaran film di layar lebar itu mengundang beragam reaksi penonton.
Gelak tawa, suasana haru, hingga tepuk tangan terdengar saat karya audio-visual tersebut ditayangkan.
Film itu memperlihatkan potensi generasi muda dalam mengolah kreativitas menjadi karya yang dapat merekam dan mengenalkan identitas budaya mereka.
Melalui gelaran Sinema Indonesia, Yayasan Cendekia Gagayunan Indonesia mempertemukan sejarah, seni pertunjukan, dan film dalam satu rangkaian kegiatan.
Inisiatif ini sekaligus membuka ruang bagi pemuda desa untuk berkontribusi dalam pelestarian kebudayaan melalui medium yang dekat dengan kehidupan generasi masa kini.














