Persib menilai, keselamatan dan perlindungan terhadap fasilitas publik merupakan tanggung jawab bersama seluruh ekosistem sepak bola.
Hal ini mengaca pada berbagai dinamika pertandingan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
”Seluruh langkah mitigasi ini bertujuan menghadirkan pengalaman bertanding yang aman, nyaman, dan membanggakan. Kami percaya, atmosfer sepak bola terbaik lahir dari dukungan yang tertib dan saling menjaga,” tambah Adhitia.
Bagi Persib, kebesaran sebuah klub tidak melulu diukur dari trofi di lapangan, melainkan juga dari kedewasaan suporternya dalam mematuhi aturan.
Oleh sebab itu, menjelang duel kontra Persijap, Persib menantang Bobotoh untuk menunjukkan rivalitas yang sehat dan dukungan yang positif.
Merawat Stadion GBLA dan menjaga kondusivitas Kota Kembang adalah bukti cinta yang sesungguhnya.
”Mari jadikan laga penutup musim ini sebagai panggung kebanggaan bersama bukan cuma karena skor akhir, tapi karena kedewasaan dan tertibnya sang pemain ke-12!,” pungkasnya.














