
Pendekatan humanis ini terbukti ampuh mencairkan suasana, sekaligus menghapus kesan “seram” sosok polisi di mata anak-anak.
Lebih lanjut, Lucky berharap edukasi ini tidak berhenti di halaman sekolah saja.
Ia menginginkan para siswa SDN 1 Jayaraga mampu mempraktikkan budaya tertib tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Mulai dari lingkungan rumah hingga saat berada di jalan raya.
”Kami ingin membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat, khususnya generasi muda. Jika disiplin sudah ditanamkan sejak dini, keselamatan bukan lagi sekadar aturan, tapi sudah jadi kebutuhan,” pungkasnya.














