Ia mengingatkan bahwa kompetisi masih menyisakan sejumlah pertandingan sehingga PSIS harus segera berbenah dan menjaga semangat.
“Kita harus terus menatap ke depan. Kita masih ada beberapa pertandingan lagi, masih banyak. Saya harapkan pemain terus semangat dan tidak putus asa,” ucapnya.
Menurut Widodo, timnya perlu terus meningkatkan kualitas penyelesaian akhir agar peluang yang tercipta bisa menghasilkan gol pada pertandingan selanjutnya.
Hari Nur Yulianto Akui Penyelesaian Akhir Jadi Evaluasi
Sementara itu, pemain PSIS Semarang, Hari Nur Yulianto, mengakui timnya sudah berusaha maksimal untuk meraih kemenangan di Stadion Galuh Ciamis.
Ia menyebut hasil imbang tetap patut disyukuri meskipun PSIS sebenarnya mengincar tiga poin dari pertandingan tersebut.
“Sebenarnya kita ingin menang di sini, kita menginginkan tiga poin, tapi hasil seri tetap kita syukuri karena kita sudah berjuang maksimal,” ujar Hari Nur.
Hari Nur juga menilai banyaknya peluang yang tercipta belum diikuti penyelesaian akhir yang efektif.
Kondisi tersebut membuat PSIS gagal memaksimalkan tekanan terhadap pertahanan PSGC.
Ia sependapat dengan Widodo bahwa penyelesaian akhir harus menjadi fokus evaluasi tim untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
“Kalau saya sebagai pemain, kita lebih ke finishing biar bisa membuat gol lebih banyak di pertandingan,” katanya.
Hasil imbang ini membuat PSIS harus puas berbagi satu poin dengan PSGC Ciamis. Kedua tim gagal mencetak gol meskipun saling melancarkan serangan sepanjang pertandingan.
Bagi PSIS, hasil tersebut menjadi pekerjaan rumah untuk memperbaiki efektivitas serangan.
Sementara itu, PSGC berhasil mengamankan satu poin di hadapan pendukungnya sendiri.















Respon (1)