banner 720x220
News, PSGC  

PSGC Tahan PSIS 0-0, Heri Kiswanto Sebut Mental Pemain Mulai Membaik

Pelatih PSGC Ciamis, Heri Kiswanto saat konferensi pers usai laga menghadapi PSIS Semarang. (Dok, foto. Kondusif.com)
Pelatih PSGC Ciamis, Heri Kiswanto saat konferensi pers usai laga menghadapi PSIS Semarang. (Dok, foto. Kondusif.com)

Namun, Heri menilai timnya tetap perlu memperbaiki koordinasi pertahanan, terlebih setelah dua pemain belakang, Fahmi dan Zikri, mengalami masalah cedera dalam pertandingan tersebut.

“Iya, dibilang puas ya, bagaimana ya? Selalu ada saja yang kurang. Tapi yang jelas anak-anak sudah berusaha dan berjuang,” kata Heri.

Ia menambahkan, tim pelatih perlu mengevaluasi sejumlah aspek permainan, termasuk menentukan komposisi dan pergantian pemain secara cermat.

Menurutnya, pergantian pemain di tengah pertandingan membutuhkan pertimbangan matang agar keseimbangan tim tetap terjaga.

Selain pertahanan, Heri juga menyoroti kesalahan mendasar yang masih terjadi selama pertandingan, terutama dalam melakukan operan.

Ia menilai kemampuan passing menjadi salah satu aspek penting yang harus terus diperbaiki melalui latihan.

Sebab, kesalahan operan dapat mengganggu alur serangan sekaligus memberikan kesempatan kepada lawan untuk mengambil alih penguasaan bola.

Hasil Imbang Jadi Modal Hadapi Persiraja

Sementara itu, penjaga gawang PSGC Ciamis, Yovan, menilai hasil imbang melawan PSIS menjadi modal penting bagi tim untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

Ia mengakui PSIS memberikan tekanan cukup besar sepanjang pertandingan.

Namun, para pemain PSGC berusaha menjaga mentalitas setelah kekalahan pada laga sebelumnya.

Menurut Yovan, keberhasilan mengamankan satu poin dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri tim untuk menghadapi tantangan berikutnya.

“Tentu tekanan serangan dari PSIS cukup bagus. Tapi bagaimana kita bisa bangkit dari kekalahan kemarin. Mental saya, mental pemain, semuanya bisa naik, jadi alhamdulillah kita meraih satu poin,” ujar Yovan.

Ia berharap perkembangan mental tersebut terus berlanjut sehingga PSGC dapat tampil lebih baik pada pertandingan selanjutnya.

Yovan juga menyebut laga tandang menghadapi Persiraja di Aceh menjadi kesempatan bagi PSGC untuk melanjutkan upaya kebangkitan setelah hasil buruk pada pertandingan sebelumnya.

Hasil imbang melawan PSIS pun menjadi bekal bagi Laskar Singacala untuk memperbaiki kekurangan sekaligus menjaga kepercayaan diri menghadapi pertandingan berikutnya.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *