Pesan serupa disampaikan Ustadz H. Abdurrahman Al-Banjari dalam tausiahnya.
Ia mengajak jamaah memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW bukan hanya melalui peringatan Maulid, melainkan dengan meniru akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut dia, kecintaan kepada Rasulullah perlu terlihat dari perilaku.
Termasuk ketika seseorang menjalankan amanah dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
“Rasulullah SAW merupakan suri teladan bagi kita semua. Akhlak beliau harus menjadi pedoman dalam menjalankan kehidupan, termasuk dalam melaksanakan amanah dan tanggung jawab sebagai anggota Polri,” tutur Abdurrahman.
Ia kemudian mengingatkan personel Polres Garut agar menjaga keikhlasan dalam bekerja.
Selain itu, ia mendorong anggota mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat.
Santunan untuk Anak Yatim
Safari Dakwah tersebut juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu oleh Kapolres Garut.
Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial di lingkungan kepolisian.
Dengan begitu, peringatan Maulid tidak hanya berlangsung di ruang ibadah, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama.
Melalui Safari Dakwah Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut, Polres Garut berharap keteladanan Rasulullah semakin melekat dalam karakter personel.
Nilai itu diharapkan ikut membentuk cara anggota menjalankan tugas sekaligus berinteraksi dengan masyarakat.
Pada akhirnya, Polres Garut ingin kehadiran polisi tidak hanya terasa ketika masyarakat membutuhkan penanganan keamanan.
Lebih dari itu, polisi diharapkan mampu hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan Polri yang Presisi serta mendukung cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.














