Sikap patriotik, misalnya, tidak cukup ditunjukkan melalui slogan atau pernyataan.
Pemuda perlu membuktikannya melalui pengabdian dan kontribusi bagi masyarakat.
Begitu pula dengan kegigihan. Herdiat mengingatkan bahwa generasi muda akan menghadapi berbagai kesulitan dan penolakan dalam perjalanan mereka.
Namun, tantangan tersebut semestinya menjadi dorongan untuk terus berusaha, bukan alasan untuk berhenti sebelum memberikan kemampuan terbaik.
Empati Tak Boleh Kalah oleh Ambisi Pribadi
Di samping patriotisme dan kegigihan, Herdiat menyoroti pentingnya empati.
Menurut dia, keberhasilan pribadi tidak seharusnya membuat pemuda menutup mata terhadap persoalan yang dihadapi orang lain.
Kepedulian sosial justru menjadi ukuran penting untuk melihat sejauh mana kemajuan membawa manfaat bagi masyarakat luas.
“Pemuda berempati adalah mereka yang tidak hanya memikirkan keberhasilan dirinya sendiri, tetapi juga merasakan kesulitan saudaranya. Yang tidak berpaling ketika melihat rakyat membutuhkan pertolongan. Kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam peringatan Sumpah Pemuda di Ciamis.
Herdiat mengingatkan bahwa generasi muda tidak hanya dituntut mengejar prestasi dan kesuksesan, tetapi juga perlu mempertahankan kepekaan terhadap lingkungan sosialnya.
Menutup amanat, Herdiat mendorong pemuda Ciamis berani menetapkan cita-cita tinggi dan bekerja keras untuk mencapainya.
Namun, ia mengingatkan agar ambisi itu tidak menghilangkan kepedulian terhadap sesama.
Bagi Herdiat, keberanian bermimpi dan kegigihan berusaha perlu berjalan beriringan dengan kemauan untuk melayani serta membantu mereka yang membutuhkan.
Dengan begitu, semangat Sumpah Pemuda tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan hadir dalam tindakan sehari-hari.














