BANDUNG,Kondusif.com,- Persib Bandung sukses mengunci gelar juara Indonesia Super League 2025/2026 secara dramatis. Hasil imbang tanpa gol kontra Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5/2026) sore WIB, sudah cukup membawa Maung Bandung mencetak sejarah baru di sepak bola tanah air.
Laga pamungkas alias matchday ke-34 ini menjadi penentu hidup mati perebutan takhta juara. Persib sejatinya hanya membutuhkan minimal hasil seri untuk angkat trofi.
Di saat yang sama, sang rival terdekat, Borneo FC, terus mengintai di posisi kedua sembari berharap Persib terpeleset saat mereka bertanding melawan Malut United.
Berikut jalannya pertandingan ketat yang menguras emosi sepanjang 90 menit.
Babak Pertama: Dominasi Maung Bandung Diredam Tembok Mid-Block
Sejak peluit babak pertama berbunyi, Persib yang berambisi menciptakan sejarah hattrick juara langsung bermain menekan sejak awal.
Kreasi serangan Thom Haye dan kawan-kawan menciptakan peluang emas di menit ke-6, namun tendangan keras Thom masih mampu diamankan kiper Persijap.
Persib terus menekan dan mengurung lini pertahanan Persijap dengan bermain setengah lapangan.
Namun, meskipun laga ini sudah tidak berpengaruh bagi posisi klasemen Persijap, mereka tidak bermain lesu dan justru tampil spartan.
Memasuki menit ke-13, hampir saja terjadi gol bunuh diri setelah pemain Persijap melakukan back pass ke kiper.
Beruntung bagi tim tamu, bola bergulir menyamping dan hanya menghasilkan corner kick untuk Persib.
Mid Block Persijap
Selepas 15 menit berjalan, Persijap mengandalkan strategi mid-block ketat.
Strategi ini membuat pemain Persib kesulitan mengalirkan bola ke lini tengah karena posisi aliran bola benar-benar ditutup.
Taktik itu mereka lakukan hampir mirip di putaran pertama lalu, ketika mereka mengalahkan Maung Bandung dengan skor 1-0.
Dimana saat itu, Persib yang keasyikan menyerang justru harus kebobolan.
Strategi mid-block yang dibarengi parkir bus ini menyulitkan pemain Persib membangun serangan, sehingga mereka tergesa-gesa ketika mendapat peluang.
Sementara itu, Persijap mengandalkan serangan balik dan bermain tidak terburu-buru ketika mendapat bola.
Dengan menguasai bola lebih lama, mereka mencoba mengendalikan permainan agar agresi serangan Persib bisa diredam.
Menit ke-26, melalui umpan trivela Thom Haye, Federico Barba hampir mencetak gol. Namun, sundulannya masih terlalu pelan sehingga tidak terlalu membahayakan gawang lawan.
Hingga 30 menit laga berjalan, tidak ada peluang berbahaya baru yang diciptakan kedua tim.
Permainan tampak stagnan karena Persijap bermain dengan tempo pelan dan bertahan.
Menit ke-33, Persib mendapat peluang emas melalui umpan satu-dua Adam Alis dan Thom Haye.














