Putin secara khusus menyambut hangat keanggotaan Indonesia di kelompok BRICS.
”Indonesia sudah menjadi anggota BRICS, hal ini membuka peluang baru yang semakin luas untuk kolaborasi kita, termasuk dengan Uni Ekonomi Eurasia,” kata Putin.
Secara rinci, berikut adalah sejumlah sektor strategis yang disepakati kedua pemimpin:
Energi & ESDM: Kerja sama jangka panjang, ketahanan energi migas, hingga hilirisasi.
Ketahanan Pangan: Kolaborasi di bidang pertanian secara intensif.
Teknologi & Pendidikan: Riset teknologi, farmasi, serta pertukaran pelajar dan tenaga ahli.
Investasi: Pembangunan berbagai industri manufaktur di Indonesia.
Antariksa: Penjajakan peluang kerja sama di sektor luar angkasa.
Prabowo Bertemu Putin, Pertemuan ‘Maraton’ 5 Jam
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan betapa intensnya pertemuan kali ini.
Total waktu lima jam dihabiskan kedua pemimpin untuk berdiskusi, yang terbagi menjadi dua sesi.
”Dua jam pertama merupakan pertemuan bilateral resmi, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan empat mata (tête-à-tête) selama tiga jam sambil santap siang di Blue Hall,” jelas Teddy dalam keterangan tertulisnya.
Teddy menambahkan, frekuensi pertemuan kedua pemimpin ini terbilang sangat tinggi. Dalam satu tahun terakhir saja, Prabowo dan Putin sudah bertemu sebanyak lima kali.
Hal ini mempertegas bahwa Rusia merupakan mitra geopolitik dan geoekonomi yang sangat signifikan bagi Indonesia di kawasan Asia Pasifik.














