”Ini kebanggaan bagi kami. Kami ingin siswa SMPN 1 Manonjaya tidak hanya pandai membaca buku atau menguasai teknologi, tapi juga rajin membuka mushaf Ilahi,” tegas Asep.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, Drs. H. Ahmad Patoni, M.M., turut memberikan jempol atas kolaborasi apik ini.
Ia juga menilai Manonjaya berhasil membangun sinergi yang solid antara Diniyah, Wustha, dan Forum Pondok Pesantren.

Senada dengan itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya melalui Kabid SMP, Cucu Ano Lesmana, berharap gerakan ini menjadi “virus” positif yang menular ke wilayah lain.
”Kami merespons sangat positif. Hemat saya, kegiatan bermakna seperti ini tidak boleh berhenti di Manonjaya saja. Saya akan segera laporkan ke pimpinan agar model kolaborasi ini dikembangkan di seluruh sekolah di Kabupaten Tasikmalaya,” pungkas Cucu.
Hadir dalam acara tersebut unsur Muspika Manonjaya, anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Kepala KUA, serta jajaran pimpinan lembaga keagamaan setempat yang kompak mengawal peluncuran program tersebut.














