Ketua Kelompok Tani Satria Perkasa, Endang Ridwan, mengaku kehadiran polisi ke ladang memberikan suntikan motivasi luar biasa bagi anggotanya untuk menggarap lahan tidur.
”Dengan bergabungnya Pak Kapolres dan jajaran ke kelompok tani kami, Alhamdulillah menambah semangat kami untuk menanam di sini. Metode tumpang sari ini sengaja kami pilih agar hasilnya jauh lebih menguntungkan bagi para petani,” ungkap Endang sumringah.
Endang membeberkan, kelompok tani yang dipimpinnya kini beranggotakan sekitar 21 hingga 25 orang.
Demi menggerakkan roda ekonomi desa, mereka juga memberdayakan warga sekitar untuk ikut mengelola lahan pertanian tersebut.
Tidak tanggung-tanggung, Endang memasang target besar ke depan.
Mereka berambisi agar kawasan tumpang sari di Sindangkasih ini mampu memproduksi benih mandiri di Kabupaten Ciamis, sehingga tidak perlu lagi bergantung pada pasokan luar daerah.
Melalui sinergi segi tiga antara kepolisian, petani, dan warga sekitar.
Pemanfaatan lahan tadah hujan ini diharapkan menjadi pemantik ekonomi baru yang sukses menyejahterakan masyarakat Tatar Galuh.














