Maryadi, buruh pabrik makanan asal Serang, Banten, yang tiba sejak subuh, berharap pemerintah terus memperhatikan daya beli kaum bawah.
”Dari kaum buruh sih, mempermudah segalanya ya. Dari segi pendidikan kita murah. Terus dari bahan pokok juga kita nggak terlalu melejit banget. Ya intinya semua terjangkau lah buat buruh, buat kaum bawah,” harap Maryadi.
Hingga sore hari, suasana di Monas tetap kondusif namun penuh energi.
Ragam kisah dari Serang, Cimahi, hingga Lampung yang bertemu di titik nol Jakarta ini menggambarkan satu semangat kolektif: aspirasi buruh Indonesia yang ingin hidup lebih layak.
Peringatan May Day tahun ini pun bukan sekadar seremonial, melainkan panggung nyata bagi rakyat pekerja untuk bersuara langsung di depan Presiden.
Sumber: BPMI Setpres














