Mereka bakal mendapatkan wadah pembelajaran khusus di tempat yang telah disiapkan oleh Pemuda Muhammadiyah guna memastikan proses pengentasan berjalan maksimal.
”Kerja sama ini siap membantu pengentasan eks-narapidana. Mereka akan diberikan pembelajaran langsung di Ciamis agar punya bekal saat kembali ke masyarakat,” tambahnya.
Alihkan Energi Negatif ke Mandiri
Sementara itu, Supriyanto menjelaskan bahwa keterlibatan pihak eksternal seperti Disnaker dan Bapas sangat membantu mengubah atmosfer Lapas menjadi lebih produktif.
Oleh karena itu, warga binaan kini lebih fokus mengasah keahlian daripada memikirkan cara mendapatkan narkoba atau ponsel ilegal.
Meskipun pengawasan tetap diperketat melalui razia rutin, pendekatan melalui pemberdayaan ini dianggap sebagai solusi jangka panjang yang lebih sehat.
Pihak Lapas juga ingin memastikan bahwa setiap sudut kantor bersih dari praktik gelap.
”Kami mengajak warga binaan untuk hidup lebih sehat. Saya tidak ingin kantor kita ini menjadi sarang narkoba. Intinya, kami ingin memberikan yang terbaik agar mereka pulang dengan pribadi yang lebih baik,” pungkas Supriyanto.














