banner 720x220
News  

HUT ke-81 RI, Herdiat: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kerja Nyata

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya saat membaca amanat sebagai inspektur upacara di peringatan hari kemerdekaan Indonesia yang ke 81. (Dok, foto. Istimewa)
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya saat membaca amanat sebagai inspektur upacara di peringatan hari kemerdekaan Indonesia yang ke 81. (Dok, foto. Istimewa)

Tema itu, menurut dia, menggambarkan arah dan tujuan pembangunan bangsa.

Herdiat menjelaskan, berdaulat berarti Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Bangsa Indonesia harus memiliki ketahanan untuk menentukan arah masa depannya tanpa bergantung kepada pihak luar.

Sementara itu, adil berarti pembangunan harus memberikan manfaat secara merata.

Tidak boleh ada kelompok masyarakat yang tertinggal karena akses terhadap pembangunan tidak merata.

Adapun makmur, kata Herdiat, berarti terwujudnya kesejahteraan lahir dan batin, rasa aman, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Namun, untuk mewujudkan ketiga tujuan tersebut, Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan.

Herdiat menyebut kekeringan dan kekurangan air bersih sebagai salah satu tantangan yang saat ini dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah akibat musim kemarau panjang.

Ia juga menyinggung gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus lalu.

Selain bencana alam, Herdiat menyampaikan keprihatinannya terhadap kerusuhan yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Maluku, Aceh, dan Seram.

Atas kondisi tersebut, ia mengajak peserta upacara mendoakan masyarakat yang terdampak agar segera memperoleh kekuatan untuk bangkit.

“Mari kita doakan bersama saudara-saudara kita yang mengalami bencana kekeringan, gempa bumi, serta kerusuhan tersebut, semoga selalu diberikan ketabahan dan kekuatan untuk segera bangkit dan pulih kembali seperti sediakala,” tuturnya.

Kemerdekaan Dibayar dengan Pengorbanan

Memasuki bagian akhir amanat, Herdiat mengajak masyarakat Ciamis kembali mengingat peristiwa 17 Agustus 1945.

Di bawah langit Tatar Galuh Ciamis, ia mengatakan masyarakat kembali berdiri dengan rasa bangga untuk memperingati 81 tahun kemerdekaan Indonesia.

Delapan puluh satu tahun lalu, Soekarno dan Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Namun, kemerdekaan itu tidak lahir begitu saja.

Herdiat mengingatkan bahwa para pejuang membayar kemerdekaan dengan darah, keringat, air mata, serta pengorbanan jiwa dan raga.

Perjuangan juga berlangsung dalam berbagai bentuk.

Sebagian pejuang menghadapi musuh di medan pertahanan, sementara yang lain berjuang melalui jalur diplomasi.

Mereka, kata Herdiat, tidak menghitung seberapa besar pengorbanan yang harus diberikan.

Yang mereka pikirkan ialah bagaimana memberikan sumbangsih bagi lahirnya Indonesia merdeka.

Karena itu, peringatan HUT RI semestinya tidak hanya menjadi agenda seremonial.

Momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk merenungkan kembali perjuangan para pendiri bangsa.

Herdiat mengajak masyarakat menundukkan kepala dan mengirimkan doa bagi para syuhada serta pahlawan yang telah gugur.

Ia kemudian mengajak seluruh masyarakat Ciamis meneruskan semangat perjuangan tersebut melalui kerja nyata.

Bagi pemerintah, perjuangan itu dapat diwujudkan melalui pelayanan publik yang lebih baik.

Sementara bagi masyarakat, semangat kemerdekaan dapat diterjemahkan melalui kontribusi sesuai bidang masing-masing.

Dengan begitu, peringatan 81 tahun kemerdekaan tidak berhenti pada upacara di Taman Lokasana.

Semangat tersebut diharapkan terus hidup dalam kerja bersama untuk membangun Ciamis yang maju, mandiri, adil, dan berkelanjutan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ciamis, saya mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 tahun 2026,” ujar Herdiat.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *