Ipar memaparkan, rumah yang roboh tersebut selama ini dihuni oleh dua kepala keluarga (KK).
Mereka adalah keluarga Sumarni yang terdiri dari dua jiwa, serta keluarga Ate Ismail yang beranggotakan enam jiwa.
”Kerugian materi akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp10 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut,” jelasnya.
Mengingat curah hujan yang masih tinggi, petugas di lapangan langsung memberikan imbauan sanksi kepada masyarakat sekitar agar memperketat kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.
Warga diminta segera melapor jika melihat tanda-tanda keretakan tanah atau potensi longsor.
Sebagai langkah antisipasi keselamatan, polisi bersama pemerintah setempat juga meminta para penghuni rumah yang terdampak.
Lalu rumah lain yang posisinya terancam untuk segera mengungsi atau relokasi sementara.














