Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat.
Menurut Kendhi, kemeriahan pawai juga lahir dari kolaborasi berbagai unsur masyarakat.
Karang Taruna Kecamatan Manonjaya bersama warga, Linmas, RPB, serta sejumlah organisasi lainnya ikut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.
“Kami berharap pawai alegoris tetap terjaga dan menjadi tradisi yang diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Setelah rangkaian pawai selesai, masyarakat masih menunggu pengumuman hasil penilaian.
Panitia kemudian mengumumkan para pemenang setelah pelaksanaan upacara penurunan bendera pada Senin sore.
Hasilnya, Desa Kalimanggis berhasil meraih posisi pertama.
Sementara itu, Desa Manonjaya menempati juara kedua dan Desa Pasir Panjang berada di posisi ketiga.
Capaian tersebut sekaligus menutup rangkaian pawai alegoris HUT ke-81 RI di Manonjaya.
Lebih dari sekadar perlombaan, pawai ini menunjukkan bagaimana perayaan kemerdekaan dapat menjadi ruang bersama bagi warga untuk berkarya, berkreasi, sekaligus merawat tradisi.














