banner 720x220
News  

Dadan Hindayana Luruskan Isu 19 Ribu Sapi di Program Makan Bergizi Gratis

Sumber foto: Humas BGN
Sumber foto: Humas BGN

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Ia bercermin pada pengalaman saat peringatan ulang tahun Presiden Prabowo Subianto pada 17 Oktober lalu.

​Kala itu, menu nasi goreng telur yang dibagikan kepada 36 juta penerima manfaat langsung membuat pasar berguncang.

​”Hari itu kita butuh 36 juta butir telur atau sekitar 2.200 ton. Efeknya, harga telur di pasar sempat naik sampai Rp 3.000,” ungkap Dadan.

​Berdayakan Pangan Lokal

​Belajar dari kejadian tersebut, BGN juga kini memilih pendekatan yang lebih fleksibel.

Alih-alih mendikte menu dari pusat, BGN justru mendorong setiap daerah untuk memanfaatkan potensi sumber daya lokal masing-masing.

​”Kita ingin memberdayakan potensi lokal dan menyesuaikan kesukaan masyarakat di tiap daerah. Tujuannya agar tekanan terhadap konsumsi satu bahan pangan tidak terlalu tinggi,” tuturnya.

​Dadan juga mengunci penjelasannya dengan komitmen untuk menjaga stabilitas harga pangan.

“Kalau kita perintahkan menu nasional seragam, pasti tekanannya tinggi dan harga-harga bakal naik,” pungkasnya.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *