”Berkat informasi akurat dari media yang menjelaskan bahwa pelakunya adalah anak di bawah umur, isu geng motor tersebut berhasil diredam,” ungkapnya.
Klarifikasi cepat dari media terbukti efektif menetralisir berita negatif.
Dampaknya sangat terasa; rencana unjuk rasa dari komponen pondok pesantren pun batal terlaksana, sehingga situasi di Ciamis tetap kondusif.
Saran Penguatan Model Kamtibmas
Selain sesi tanya jawab, forum ini juga menghasilkan sejumlah saran dan masukan penting untuk memperkuat stabilitas keamanan di Ciamis, di antaranya:
1. Kemitraan Formal: Memasukkan media secara resmi sebagai bagian dari sistem kemitraan penjaga Kamtibmas.
2. Standardisasi Program: Mengusulkan agar program inovatif seperti ‘Jumat Curhat’ memiliki standar baku agar bisa direplikasi di wilayah lain.
3. Kebijakan Berbasis Data: Memperkuat kebijakan yang didasarkan pada data akurat dan komunikasi publik yang terarah.
4. Kolaborasi Multipihak: Mendorong keterlibatan aktif akademisi, masyarakat, tokoh agama, dan media dalam satu ekosistem kolaboratif.
5. Rujukan Nasional: Menyusun dokumentasi praktik-praktik baik (best practices) secara sistematis agar dapat menjadi percontohan di tingkat nasional.
AKBP Akmal juga berharap melalui model kebijakan yang tengah disusun ini.
Kepercayaan masyarakat terhadap Polri dapat terus meningkat melalui transparansi dan komunikasi publik yang jauh lebih baik.














