Dia mengungkapkan, salah satu batu sandungan dalam penanganan stunting selama ini adalah minimnya data yang akurat di tingkat RT dan dusun.
Padahal, pemerintah daerah sangat membutuhkan data detail mengenai jumlah dan lokasi warga terdampak agar bantuan bisa tepat sasaran.
”Karena itu kita tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus berkolaborasi dan bekerja bersama,” tambahnya.
Apresiasi Kader yang Kerja Tanpa Pamrih
Tak lupa, Herdiat menyatakan rasa bangganya kepada seluruh kader PKK yang terus bergerak di lapangan tanpa mengeluh.
”Saya bangga kepada kader PKK yang dari hari ke hari terus bekerja tanpa lelah dan tanpa upah, semata-mata karena Allah,” ungkap Herdiat penuh haru.
Oleh sebab itu, dia berpesan kepada seluruh peserta agar tidak terjebak pada ambisi mengejar gelar juara.
Herdiat ingin para kader memanfaatkan lomba ini sebagai panggung latihan untuk mendongkrak rasa percaya diri dan kemampuan komunikasi saat mengedukasi masyarakat.
Ajang Mengukur Kompetensi Pemimpin
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ciamis, Kania Ernawati Herdiat, menjelaskan bahwa lomba ini menjadi alat ukur yang efektif.
Melalui kompetisi ini, pihaknya bisa melihat sejauh mana para Ketua TP PKK Kecamatan memahami tugas dan tanggung jawab mereka.
Kania menilai, kompetensi seorang ketua bisa tercermin langsung dari cara mereka mengeksekusi kegiatan sehari-hari maupun dari performa di atas panggung perlombaan.
Maka dari itu, dia memastikan perlombaan ini tidak hanya bertujuan memicu persaingan, melainkan untuk menyuntikkan motivasi dan rasa percaya diri yang lebih besar.
”Perlombaan seperti ini memang layak kita laksanakan. Karena bukan hanya soal mencari juara, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat dan motivasi para Ketua TP PKK Kecamatan dalam menjalankan tugasnya,” pungkas Kania.














