banner 720x220
News, Polri  

Bentrok Antarsuporter di Laga PSGC Vs PSIS, Polisi Klaim Tak Ada Korban Jiwa

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar S.H.S.I.K.,M.Si Didampingi Kabag Ops Kompol Aep Saepudin S.H.,M.H, Kasat Reskrim AKP H Carsono S.H dan Tima Maung Galuh Saat di Wawancarai Awak Media Minggu 18/10/2026 Dini Hari (Foto:Kondusif.com)
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar S.H.S.I.K.,M.Si Didampingi Kabag Ops Kompol Aep Saepudin S.H.,M.H, Kasat Reskrim AKP H Carsono S.H dan Tima Maung Galuh Saat di Wawancarai Awak Media Minggu 18/10/2026 Dini Hari (Foto:Kondusif.com

Ciamis,Kondusif.com,- Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar menyebut sempat terjadi benturan antarsuporter setelah pertandingan PSGC Ciamis melawan PSIS Semarang dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026-2027 di Stadion Galuh Ciamis. Polisi mengamankan situasi dan mengawal suporter tim tamu hingga keluar wilayah Ciamis.

Insiden tersebut terjadi setelah pertandingan yang berlangsung di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (17/10/2026) malam. Situasi sempat memanas setelah pintu pembatas antara suporter PSIS Semarang dan suporter PSGC Ciamis jebol.

Eko menjelaskan, ketegangan berlanjut ketika suporter PSIS hendak menaiki bus untuk meninggalkan stadion. Petugas kemudian turun tangan untuk meredam situasi dan mencegah benturan semakin meluas.

“Sudah kita luruskan dan sudah kita selesaikan. Tadi juga kita sudah mengawal suporter PSIS sampai keluar wilayah Ciamis,” kata Eko saat diwawancarai seusai pertandingan.

Menurutnya, pengawalan tersebut dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban, baik dari kalangan suporter maupun masyarakat yang tidak terlibat dalam insiden tersebut.

Polisi juga mengawal perjalanan suporter PSIS untuk memastikan mereka dapat meninggalkan Kabupaten Ciamis dengan aman.

Benturan Terjadi di Sejumlah Titik

Eko mengungkapkan, ketegangan tidak hanya terjadi di sekitar stadion. Petugas juga mendapati beberapa benturan di sejumlah titik selama perjalanan suporter PSIS.

Beberapa lokasi yang disebutnya antara lain kawasan Universitas Galuh (Unigal), Kawali, Panawangan, hingga sebuah SPBU.

“Di jalan sempat terjadi beberapa clash, kesalahpahaman. Untung juga petugas cepat bertindak dan melakukan pengawalan, sehingga tidak terjadi korban jiwa,” ujarnya.

Meski sempat terjadi benturan, Eko memastikan petugas masih mampu mengendalikan situasi. Namun, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi kepolisian, panitia pelaksana, dan kedua kelompok suporter.

Ia meminta semua pihak menahan diri dan meningkatkan antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang pada pertandingan berikutnya.

“Ini evaluasi kita bersama. Bagaimana ke depan kita lebih bisa menahan diri dan mengantisipasi supaya hal-hal ini tidak terjadi lagi,” katanya.

Sebanyak 439 Personel Gabungan Dikerahkan

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *