banner 720x220

Yayasan Cendekia Gagayunan Angkat Sejarah Lokal Lewat Pentas Seni dan Film

Dok, foto. Istimewa
Dok, foto. Istimewa

CIAMIS,Kondusif.com,- Lebih dari 500 warga memadati gelaran Sinema Indonesia di Kampung Gagayunan, Dusun Sukamaju, Kabupaten Ciamis, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan talkshow sejarah kampung, pentas seni tradisional, hingga nonton bareng (nobar) film karya pemuda setempat.

Acara yang diinisiasi Yayasan Cendekia Gagayunan Indonesia ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenalkan sejarah dan kebudayaan lokal melalui pendekatan kreatif.

Selain itu, kegiatan tersebut melibatkan masyarakat dalam upaya merawat warisan budaya di tengah perkembangan zaman.

Sejumlah tokoh turut menghadiri kegiatan tersebut, mulai dari Kepala Desa H. Dede Sarto, jajaran Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Kepala Koperasi Merah Putih, tokoh masyarakat, sesepuh, budayawan, Ketua Yayasan Cendekia Gagayunan Indonesia, hingga Ketua DKM Al-Jihad.

Dok, foto. Istimewa
Dok, foto. Istimewa

Kegiatan ini terselenggara dengan dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan Dana Indonesiana.

Ketua Kreativitas Pemuda dan Kebudayaan Yayasan Cendekia Gagayunan Indonesia, Zidan Afief Sajrie, mengatakan keterlibatan pemuda menjadi salah satu kunci dalam menjaga keberlangsungan sejarah dan kebudayaan lokal.

“Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam merawat warisan sejarah lokal. Salah satu caranya melalui seni dan budaya yang dikemas secara kreatif serta adaptif dengan perkembangan zaman,” ujar Zidan dalam sambutannya.

Menurut dia, kreativitas generasi muda dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan sejarah kampung kepada masyarakat luas.

Dengan begitu, warisan leluhur tidak hanya tersimpan dalam cerita, tetapi juga dapat dikenalkan melalui berbagai karya yang menarik bagi generasi sekarang.

Kepala Desa Apresiasi Kreativitas Pemuda

Kepala Desa H. Dede Sarto turut mengapresiasi karya-karya yang ditampilkan pemuda dan pemudi Dusun Sukamaju dalam gelaran tersebut.

Dia menilai keterlibatan berbagai unsur masyarakat diperlukan untuk menjaga identitas budaya lokal agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.

“Kolaborasi antara pemerintah desa, yayasan, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam menjaga identitas budaya lokal. Kami mengapresiasi kreativitas pemuda-pemudi Dusun Sukamaju yang terus berupaya mengenalkan budaya melalui karya mereka,” kata Dede.

Setelah sambutan, kegiatan berlanjut dengan talkshow sejarah Kampung Gagayunan.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *