CIAMIS,Kondusif.com,- Bank Galuh Ciamis memasuki babak baru setelah memperoleh izin operasional dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menggunakan nama PT BPR Galuh Ciamis Perseroda pada September 2026. Perubahan status tersebut menjadi bagian dari perkembangan bank milik Pemerintah Kabupaten Ciamis yang telah beroperasi sejak 1975.
Direktur Utama Bank Galuh, Usman Ependi, mengatakan perubahan kelembagaan itu juga menjadi momentum bagi perusahaan untuk memperkuat arah bisnis, terutama dalam pembiayaan sektor ekonomi produktif.
“Ke depan, mudah-mudahan kita lebih fokus ke ekonomi produktif. Itu tentunya amanat perda. Kita akan menjalankan sesuai amanat perda,” kata Usman saat ditemui di kantor Bank Galuh, Jalan MR Iwa Kusumasoemantri, Kecamatan Ciamis, Jumat, 23 Oktober 2026.
Menurut Usman, Bank Galuh telah melewati beberapa tahap perubahan kelembagaan sejak pertama kali berdiri.
Pada 1975, perusahaan mulai beroperasi sebagai lembaga perbankan milik Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Kemudian, pada 1998, perusahaan bertransformasi menjadi perusahaan daerah Bank Perkreditan Rakyat.
Perkembangan berlanjut pada 2022 ketika perusahaan menggunakan nama Perumda BPR Galuh Ciamis berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2021.
Selanjutnya, pada September 2026, Bank Galuh memperoleh izin operasional dari OJK untuk menggunakan nama PT BPR Galuh Ciamis Perseroda.
Perubahan tersebut menandai perkembangan kelembagaan Bank Galuh.
Namun, perusahaan masih perlu menjelaskan secara terperinci langkah bisnis yang akan ditempuh setelah perubahan status tersebut, termasuk target pembiayaan dan sektor usaha yang menjadi prioritas.
Aset Bank Galuh Capai Rp 36 Miliar
Di tengah perubahan kelembagaan, Bank Galuh juga mencatat pertumbuhan aset dalam lima tahun terakhir.
Usman menyebut aset perusahaan meningkat dari Rp 17 miliar pada 2021 menjadi Rp 31,8 miliar pada 2025.
Sementara itu, hingga September 2026, aset Bank Galuh mencapai Rp 36 miliar.
Dengan demikian, aset perusahaan bertambah sekitar Rp 19 miliar dibandingkan posisi 2021 atau meningkat sekitar 111,8 persen.
Usman mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi salah satu capaian perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
“Kalau dari capaian, alhamdulillah menunjukkan pertumbuhan aset yang cukup bagus,” ujarnya.














