CIAMIS,Kondusif.com,- Polisi mengungkap dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dalam kasus ini, petugas mengamankan sebuah truk Mitsubishi Fuso yang diduga menggunakan tangki tambahan hasil modifikasi untuk menampung BBM hingga sekitar 2,4 ton.
Polisi juga mengamankan dua orang berinisial AW (34) dan AF (16). Keduanya diduga berperan sebagai sopir dan kernet dalam aktivitas pengumpulan BBM bersubsidi tersebut.
Selain truk, penyidik menyita 18 pelat nomor kendaraan berbeda serta sebuah telepon seluler yang memuat barcode untuk transaksi pembelian BBM bersubsidi.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar mengungkapkan perkara tersebut dalam konferensi pers di Mapolres Ciamis, Selasa, 20 Oktober 2026.
Pengungkapan bermula dari penindakan di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Ciamis pada Kamis, 15 Oktober 2026, sekitar pukul 16.30 WIB.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga kendaraan tersebut digunakan untuk mengumpulkan BBM bersubsidi melalui pembelian berulang di sejumlah SPBU.
Namun, penyidik masih menelusuri tujuan akhir BBM yang dikumpulkan serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Mengisi BBM Berulang Kali, Lalu Memindahkannya ke Tangki Tambahan
Eko menjelaskan, truk Mitsubishi Fuso yang diamankan diduga telah mengalami modifikasi pada bagian tangki.
Penambahan tangki di bagian belakang kendaraan itu diperkirakan mampu menampung sekitar 2,4 ton BBM.
Polisi menduga pelaku menjalankan pola pengisian secara bertahap.
Mereka membeli BBM melalui tangki standar kendaraan, kemudian memindahkannya menggunakan mesin penyedot ke tangki tambahan yang telah disiapkan.
Untuk mengumpulkan BBM, kendaraan tersebut diduga berpindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya.
Setiap transaksi dilakukan dalam jumlah tertentu, yakni sekitar 200 liter.
“Jadi, sistemnya hunting. Di SPBU satu mengisi, kemudian pindah lagi ke SPBU lainnya,” kata Eko.
Menurut dia, pembelian dilakukan secara bertahap sebelum BBM dipindahkan ke tangki modifikasi.
Pola tersebut kini menjadi salah satu bagian yang didalami penyidik untuk mengungkap keseluruhan aktivitas yang diduga melanggar ketentuan distribusi BBM bersubsidi.
Petugas juga menemukan 18 pelat nomor kendaraan berbeda yang diduga berkaitan dengan operasional truk tersebut.
Sementara itu, telepon seluler yang disita memuat barcode untuk transaksi pembelian BBM bersubsidi.
Penyidik akan memeriksa barang bukti tersebut guna mengetahui bagaimana kendaraan itu beroperasi.














