CIAMIS,Kondusif.com,- Rektor Universitas Galuh Tita Rohita memasang target besar untuk masa kepemimpinannya hingga 2030. Ia ingin memperbanyak program studi berstatus unggul sekaligus mengejar akreditasi internasional.
Target itu menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus dikawal jajaran pimpinan baru Universitas Galuh.
Tita menyampaikannya setelah melantik sejumlah pejabat struktural periode 2026-2030 di kampus tersebut, Selasa, 11 Agustus 2026.
Menurut Tita, Universitas Galuh saat ini telah memiliki tiga program studi yang berstatus unggul. Namun, capaian itu belum dianggap cukup.
Ia menargetkan sejumlah program studi lain menyusul memperoleh status unggul selama empat tahun masa kepemimpinannya.
“Dalam masa jabatan empat tahun ini mudah-mudahan terlahir beberapa prodi unggul, tentu melalui pengawalan IPMA,” kata Tita di Gedung Aula Walagri Universitas Galuh.
Tita menunjuk Institut Penjaminan Mutu dan Akreditasi (IPMA) sebagai salah satu bagian penting dalam mengejar target tersebut.
Lembaga itu mendapat tugas mengawal budaya mutu di lingkungan kampus.
Karena itu, Tita tidak ingin penguatan mutu berhenti pada capaian akreditasi nasional.
Universitas Galuh juga memasukkan akreditasi internasional dalam target kepemimpinannya.
Dalam kontrak kinerja, kata Tita, terdapat target dua program studi yang memperoleh akreditasi internasional.
“Bukan hanya program studi yang unggul, harapan juga di kontrak kinerja ada dua target program studi yang terakreditasi internasional,” ujarnya.
Budaya Akademik Jadi Pekerjaan Rumah
Untuk mencapai target tersebut, Tita membagi pekerjaan kepada para pejabat baru.
Wakil Rektor I, misalnya, mendapat tugas memperkuat budaya akademik di lingkungan Universitas Galuh.
Penguatan budaya akademik dinilai penting karena berkaitan langsung dengan kualitas lulusan.
Kampus tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan, tetapi juga memastikan mereka memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Bagaimana penguatan budaya akademik di lingkungan Universitas Galuh sehingga bisa mengawal output-nya menciptakan lulusan yang tentu terserap oleh dunia kerja sesuai dengan kompetensinya,” kata Tita.














