banner 720x220
News  

KDM di Konferensi APS: Jangan Korbankan Alam Papua Demi Pembangunan Jangka Pendek

Sumber foto: Humas Pemprov Jabar
Sumber foto: Humas Pemprov Jabar

Kondusif.com- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, melayangkan pesan menohok terkait pembangunan di tanah Papua. Ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga kelestarian alam Bumi Cendrawasih dan tidak mengorbankan lingkungan demi syahwat pembangunan jangka pendek.

​Pesan kuat tersebut ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam Konferensi Tahunan Analisis Papua Strategis (APS) di Jayapura, Papua, Jumat (29/5/2026).

​Dalam paparannya, KDM mengkritik tajam pendekatan pembangunan saat ini yang dinilai terlalu teknokratis.

Menurutnya, pola tersebut kerap meminggirkan nilai budaya dan pengetahuan masyarakat adat.

Padahal, masyarakat lokal terbukti ampuh menjaga alam selama ratusan tahun lewat kearifan lokal mereka.

​”Kita sering menganggap kaum adat sebagai orang yang tertinggal, padahal mereka adalah sumber pengetahuan. Leluhur kita mampu menjaga alam selama berabad-abad dan mewariskannya kepada generasi berikutnya dengan baik,” ujar KDM.

​Ia menilai, potret kerusakan lingkungan di berbagai wilayah Indonesia selama puluhan tahun menjadi bukti sahih adanya salah kaprah dalam memandang pembangunan.

Alih-alih menyatu dengan alam, pembangunan justru lebih berorientasi pada eksploitasi.

​Oleh karena itu, KDM mewanti-wanti agar Papua tidak terjebak dalam lubang yang sama.

Pasalnya, Papua saat ini masih memiliki kekayaan alam dan budaya yang relatif utuh dibanding daerah lain.

​”Saya melihat masih ada yang orisinal di negeri ini, namanya Papua. Di tempat kami sudah hampir tidak bisa mendapatkannya lagi. Di sini kami mendapat kejernihan air, kejernihan udara, dan alam yang sangat indah,” tuturnya.

​Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kehancuran alam Papua akan langsung memukul kehidupan masyarakat adat yang memiliki ikatan spiritual kuat dengan lingkungan sekitar.

banner 720x220

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *