Ciamis,Kondusif.com- Penunjukan Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. sebagai Kapolda Jawa Barat dalam mutasi terbaru Polri Mei 2026, memicu perhatian publik. Bukan tanpa sebab, jenderal bintang dua lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 ini dikenal sebagai salah satu “otak” reserse terbaik yang dimiliki Korps Bhayangkara saat ini.
Mari menelisik lebih dalam rekam jejak pria kelahiran Salatiga, 30 Desember 1972 ini, yang dikenal mampu mengawinkan ketegasan penegakan hukum dengan pendekatan akademis yang terukur.
Spesialis Kasus Sulit di Bareskrim
Nama Pipit Rismanto mulai menjadi buah bibir nasional saat ia menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri pada 2021 hingga 2023.
Di bawah komandonya, Direktorat IV Bareskrim menangani deretan kasus yang menjadi atensi langsung Presiden.
Salah satu prestasi monumentalnya adalah saat ia ditunjuk memimpin Tim Khusus Kasus Gagal Ginjal Akut pada tahun 2022.
Di tengah kepanikan publik atas wafatnya ratusan anak, Pipit membedah rantai pasokan bahan kimia obat dengan presisi.
Hasilnya, sejumlah korporasi farmasi berhasil diseret ke meja hijau atas kelalaian fatal dalam memproduksi obat sirup beracun.
Tak berhenti di situ, ia juga aktor di balik penertiban tambang ilegal berskala besar di Kalimantan Timur dan penanganan kasus lingkungan hidup yang melibatkan jaringan lintas provinsi.
Intelektual di Balik Seraga
Berbeda dengan profil jenderal lapangan pada umumnya, Pipit memiliki kedalaman intelektual yang jarang ditemukan.
Pada tahun 2025, ia resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Trisakti dengan predikat Cum Laude.














