Bandung,Kondusif.com,- Momentum World Press Freedom Day atau Hari Pers Sedunia 2026 menjadi ajang refleksi kritis bagi Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (DPW IPJI) Jawa Barat. Ketua DPW IPJI Jabar, Ai Mulyani, melontarkan kritik tajam terhadap fenomena jurnalis yang masih terjebak dalam pusaran teori tanpa aksi nyata di lapangan.
Ai menegaskan bahwa organisasi profesi bukan sekadar ruang diskusi kosong atau tempat berkumpul tanpa arah.
Menurutnya, tantangan dinamika informasi yang melaju cepat menuntut jurnalis untuk bergerak lebih cerdas dan lincah dalam berorganisasi.
”IPJI harus menjadi rumah bagi jurnalis yang bekerja dengan standar kompetensi dan kode etik. Kita ingin membuktikan bahwa organisasi profesi itu lincah dan solid. Profesionalitas itu dibuktikan dengan karya, bukan sekadar wacana,” ujar Ai Mulyani di Bandung, Sabtu (9/5/2026).
Bukan Formalitas Belaka
Menyikapi tantangan global, Ai menyoroti pentingnya sertifikasi BNSP Jurnalis Utama sebagai langkah konkret memperkuat marwah profesi.
Ia mewanti-wanti agar sertifikasi tidak dipandang sebagai pemanis administratif atau formalitas di atas kertas.














