JAKARTA,Kondusif.com,- Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara mulai memanaskan mesin pengawalan terhadap Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).
Melalui Sekretaris Pusatnya, Mahliga Nurlang, aliansi mahasiswa ini menuntut Komisi X DPR RI tidak hanya sekadar “kejar tayang”, melainkan benar-benar melahirkan solusi nyata bagi karut-marut pendidikan di tanah air.
Mahliga menegaskan bahwa mahasiswa bakal memasang badan untuk memastikan draf aturan tersebut tidak menjelma sebagai produk hukum yang elitis.
Menurutnya, pembenahan sistem pendidikan merupakan harga mati yang tak bisa ditawar demi masa depan generasi mendatang.
”Kami mendesak Komisi X DPR RI segera menetapkan RUU Sisdiknas sebagai inisiatif DPR. Namun, percepatan ini wajib mengedepankan kesejahteraan guru dan perlindungan hukum bagi pendidik,” ujar Mahliga dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/5/2026).
Menolak Kriminalisasi Guru dan Komersialisasi Kampus
BEM Nusantara menyoroti potret buram dunia pendidikan, mulai dari rentannya para guru dikriminalisasi saat bertugas hingga biaya kuliah yang kian mencekik.
Mahliga menekankan bahwa RUU Sisdiknas harus menjadi tameng bagi para guru, terutama mereka yang berjuang di daerah terpencil.
Tak hanya soal nasib guru, sinkronisasi aturan juga menjadi sorotan tajam. BEM Nusantara mencium aroma komersialisasi yang kian pekat di tingkat perguruan tinggi.














