CIAMIS,Kondusif.com,- Suasana khidmat menyelimuti Masjid Jamie Desa Nasol pada Sabtu pagi (28/02/2026), bertepatan dengan 10 Ramadan 1447 H. Ratusan jemaah tampak memadati area masjid untuk mengikuti kegiatan Kuliah Subuh yang menghadirkan Ustaz Rifa’i sebagai penceramah utama.
Dalam ceramahnya, ia memberikan pesan mendalam agar masyarakat tidak “kendor” di penghujung Ramadan 1447 H ini.
Sebaliknya, ia mendorong jemaah untuk justru memacu kembali intensitas ibadah mereka di sisa hari yang ada.
Ustaz Rifa’i mengingatkan bahwa Ramadan adalah waktu di mana pintu langit terbuka lebar dan setiap kebaikan yang diniatkan karena Allah akan dibalas dengan pahala berlipat ganda.
Fokus utamanya tertuju pada malam-malam ganjil yang menjadi rahasia keberkahan bulan ini.
”Dalam Surah Al-Qadr, Allah sudah menegaskan bahwa ada satu malam yang nilai kebaikannya setara dengan seribu bulan,” ujarnya di hadapan jemaah yang menyimak dengan saksama.
Malam Lailatul Qadar inilah yang menurutnya harus menjadi target utama bagi setiap Muslim sebelum Ramadan benar-benar berpamitan.
Ustaz Rifa’i Soroti Isu Sosial
Namun, pesan sang Ustaz tidak berhenti pada urusan spiritual di dalam masjid saja. Ia membawa narasi ceramahnya ke arah isu sosial yang lebih nyata dan mengkhawatirkan.
Dengan nada tegas, ia menyoroti bahaya laten narkoba yang kini kian agresif mengincar generasi muda.
Menurutnya, jika pemuda sudah candu pada barang haram tersebut, maka bukan hanya fisik yang hancur, tapi moral bangsa pun ikut runtuh.
Tak luput dari perhatiannya, tantangan di era digital juga menjadi poin penting.
Ustaz Rifa’i mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam bertransformasi secara digital.














