Jakarta,Kondusif.com,- MBG Ramadan,- Badan Gizi Nasional (BGN) mulai memperketat aturan main dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menjelang bulan suci Ramadan, Kepala BGN Dadan Hindayana melarang keras penggunaan produk pangan proses ultra (Ultra-Processed Food/UPF) dalam menu yang dibagikan kepada masyarakat.
Langkah tegas ini diambil bukan tanpa alasan. Dadan ingin memastikan bahwa meskipun pola distribusi berubah selama puasa.
Kualitas gizi yang masuk ke tubuh anak-anak tetap murni dan bebas dari “bom” gula serta bahan kimia berlebih.
Menyingkirkan Pangan Ultra Proses
Selama ini, industri pangan sering kali mengandalkan proses teknologi panjang untuk menciptakan makanan yang tahan lama.
Sayangnya, efisiensi ini kerap mengorbankan kesehatan karena kandungan gula dan bahan tambahan yang melonjak tajam.
”Kami berharap tidak ada lagi produk ultra processing di Ramadan ini,” tegas Dadan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Sebagai gantinya, BGN mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk lebih kreatif mengolah bahan alami yang memiliki daya tahan alami.
Dadan mencontohkan beberapa menu alternatif yang jauh lebih sehat namun tetap praktis:
Abon (olahan daging yang awet tanpa proses pabrikan berlebih).
Telur rebus atau telur pindang.














