JAKARTA,Kondusif.com,- Strategi Pertahanan dan Geostrategi Prabowo,– Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat mempertajam taring pertahanan Indonesia di awal tahun 2026.
Melalui pertemuan tertutup di Istana Merdeka, Jumat (16/1/2026), Kepala Negara memanggil seluruh jajaran pucuk pimpinan TNI untuk menyinkronkan langkah menghadapi tantangan global yang kian dinamis.
Pertemuan rutin ini bukan sekadar seremoni formal. Sebagai Panglima Tertinggi TNI, Presiden Prabowo menanamkan sejumlah arahan strategis yang sangat krusial.
Didampingi jajaran menteri kunci termasuk Menteri Pertahanan dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya Presiden menggarisbawahi pentingnya pembaruan peta jalan pertahanan nasional.
Menakar Ulang Geostrategi Nasional
Dalam kesempatan tersebut, Presiden secara khusus membedah rencana geostrategi mendatang.
Prabowo menginginkan TNI tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga unggul dalam pembacaan arah geopolitik dunia.
Ia mendorong pimpinan dari tiga matra AD, AL, dan AU untuk terus memperkuat sinergi demi menjaga kedaulatan di wilayah-wilayah perbatasan yang sensitif.
Selain itu, transisi kepemimpinan militer diarahkan untuk lebih adaptif terhadap teknologi.














