“Ini adalah awal dari lompatan besar. Kita ingin Indonesia tidak hanya kaya secara alam, tapi juga berdaulat dalam pengolahan dan sejahtera dalam hasilnya,” tuturnya.
Peta Jalan 13 Proyek
Proyek-proyek yang masuk dalam daftar “buku putih” tahap II ini dirancang untuk memperkuat rantai pasok nasional.
Berikut adalah sebaran amunisi ekonomi baru tersebut:
Sektor Energi: Pemerintah menggenjot pembangunan kilang gasoline di Dumai dan Cilacap, serta memperluas tangki BBM di Palaran, Biak, dan Maumere.
Selain itu, fasilitas produksi DME berkapasitas 1,4 juta ton per tahun akan dibangun di Tanjung Enim untuk menekan impor Elpiji.
Sektor Mineral: Fokus tertuju pada manufaktur baja nirkarat di Morowali dan baja karbon di Cilegon.
Sementara itu, Karawang akan menjadi pusat aspal Buton, dan Gresik mengunci hilirisasi tembaga serta emas.
Sektor Pertanian & Perkebunan: Sawit di Sei Mangkei akan disulap menjadi oleofood dan biodiesel.
Sementara di Maluku Tengah, komoditas pala dan kelapa akan diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti oleoresin, MCT, hingga karbon aktif.
Dengan suntikan modal masif dan sebaran wilayah yang luas, pemerintah berharap proyek ini menjadi fondasi bagi Indonesia untuk naik kelas dalam persaingan global.
Kini, publik menanti apakah ambisi di atas kertas ini mampu diterjemahkan menjadi kemakmuran nyata di lapangan.














