banner 720x220

Persikotas Pilih Stadion Galuh, PSGC Buka Babak Baru Sepak Bola Priangan Timur

Oplus_16908288

Rivalitas di Lapangan, Persaudaraan di Luar Lapangan

Kolaborasi PSGC dan Persikotas juga membawa pesan bagi para pendukung kedua klub.

Foto:CEO Persikotas H. Ecep S. Yasa dan CEO PSGC H. Herdiat Sunarya.
Foto:CEO Persikotas H. Ecep Suwardaniyasa dan CEO PSGC H. Herdiat Sunarya

PSGC dengan identitas Laskar Singacala dan Persikotas dengan Laskar Wiradadaha memiliki basis suporter masing-masing. Namun, kerja sama kedua klub diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkuat sportivitas dan persaudaraan.

Rivalitas dalam pertandingan tetap menjadi bagian dari dinamika sepak bola. Namun, rivalitas tersebut diharapkan tidak berkembang menjadi gesekan yang merusak.

Karena itu, edukasi suporter dan kampanye perdamaian menjadi salah satu bagian penting dalam membangun atmosfer sepak bola yang sehat.

Dari Stadion Galuh Menuju Ekosistem Sepak Bola

Kerja sama kedua klub juga membuka peluang pemanfaatan fasilitas dan pemusatan latihan secara lebih optimal.

Agenda pertandingan uji coba dan turnamen pramusim dapat dikembangkan sebagai sarana evaluasi tim sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi daerah.

Di sisi lain, peluang kemitraan komersial, sponsorship, media, merchandising dan industri olahraga juga dapat dikembangkan secara bersama untuk memperkuat kemandirian klub.

Ecep melihat keberadaan PSGC di Liga 2 dan Persikotas di Liga 3 sebagai modal penting bagi sepak bola Priangan Timur.

“Priangan Timur kini memiliki PSGC Ciamis di Liga 2 yang kita banggakan, serta Persikotas Tasikmalaya di Liga 3. Kedua tim ini siap menjadi motor penggerak utama sepak bola di Priangan Timur,” ujarnya.

Sementara bagi Herdiat, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa batas administratif antara Ciamis dan Kota Tasikmalaya tidak harus menjadi sekat dalam membangun kemajuan olahraga.

Stadion Galuh kini tidak hanya menjadi kandang PSGC, tetapi juga menjadi ruang bagi Persikotas untuk menjalani kompetisi nasional. Dari titik tersebut, dua klub bertetangga di Priangan Timur mencoba membangun kekuatan bersama.

Pada akhirnya, kerja sama PSGC dan Persikotas membawa pesan sederhana: rivalitas boleh terjadi selama 90 menit di lapangan, tetapi kemajuan sepak bola Priangan Timur membutuhkan kolaborasi yang lebih panjang di luar lapangan.(Red)***

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *