banner 720x220

Perang Thailand-Kamboja Meletus, Jet Tempur dan Roket Mengguncang Perbatasan Segitiga Zamrud

“Kami tidak punya pilihan selain mempertahankan kedaulatan wilayah kami. Serangan udara Thailand adalah pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan kami,” tegas Socheata.

 

Sebaliknya, Thailand menuding Kamboja sebagai pemicu bentrok. Penanaman ranjau yang menyebabkan kaki seorang prajurit Thailand putus beberapa hari sebelumnya disebut sebagai pemicu utama kemarahan publik dan militer Thailand.

 

Dampak dari konflik ini tidak hanya militer. Pemerintah Thailand telah memutuskan mengusir Duta Besar Kamboja dari Bangkok dan menarik seluruh diplomatnya dari Phnom Penh. Sebagai respons, Kamboja juga menurunkan hubungan diplomatik dengan Thailand ke level terendah, serta mengusir staf diplomatik Thailand.

 

Kedutaan Besar Thailand di Kamboja mengeluarkan imbauan resmi agar seluruh warga negaranya meninggalkan wilayah Kamboja sesegera mungkin, kecuali memiliki kepentingan mendesak. Di sisi lain, Pemerintah Thailand menegaskan bahwa tindakan militer yang dilakukan adalah untuk mempertahankan kedaulatan dan bukan bentuk agresi sepihak.

 

“Kami akan melakukan yang terbaik untuk menjaga kedaulatan negara tanpa melanggar hukum internasional,” ujar Perdana Menteri Sementara Thailand, Phumtham Wechayachai.

 

Ancaman Perang Terbuka?

 

Meski belum dinyatakan sebagai perang resmi antarnegara, eskalasi militer dan kerusakan yang ditimbulkan sudah mengarah pada kemungkinan konflik jangka panjang. Kawasan Segitiga Zamrud, yang sebelumnya dikenal karena peninggalan sejarahnya, kini berubah menjadi medan pertempuran penuh ketegangan.

 

Analis politik internasional menilai bahwa bila tidak segera ditengahi, konflik ini bisa berkembang menjadi perang terbuka yang berisiko mengganggu stabilitas regional Asia Tenggara. ASEAN, hingga saat ini, belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait konflik tersebut.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *