Pesan tersebut menjadi salah satu inti pertunjukan.
Perubahan dapat dimulai dari satu halaman buku dan seseorang tidak perlu menunggu waktu yang dianggap tepat untuk mulai belajar.
Ubah Pandangan tentang Perpustakaan
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ciamis, Okta Jabal Nugraha, mengatakan kabaret literasi tersebut lahir dari keinginan untuk memperkenalkan perpustakaan dengan cara yang lebih kreatif.
Menurut dia, masyarakat selama ini masih sering memandang perpustakaan sebatas tempat menyimpan dan membaca buku.
Padahal, perpustakaan juga dapat menjadi ruang informasi, pengetahuan, pembelajaran, dan diskusi.
“Kita mencoba membangun image bahwa selama ini perpustakaan itu hanya menyimpan, membaca buku. Padahal di situ ada ruang informasi, ruang pengetahuan, pembelajaran dan terus meningkatkan diskusi dengan masyarakat,” kata Okta.
Karena itu, pihaknya melibatkan talenta para pegawai untuk membuat sebuah karya yang dapat menyampaikan pesan literasi melalui seni.
“Bagaimana membuat karya, sesuatu kreativitas oleh talenta-talenta karyawan. Timbullah jadi itu untuk Festival Literasi,” ujarnya.
Dengan konsep tersebut, pegawai perpustakaan tidak hanya berperan dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
Mereka juga ikut menjadi bagian dari kampanye literasi dengan mengemas pesan melalui pertunjukan yang lebih mudah diterima penonton.
Literasi Tak Hanya Membaca
Okta mengatakan Festival Literasi Ciamis 2026 memang dirancang untuk memperkuat budaya literasi sekaligus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di Kabupaten Ciamis.
Karena itu, kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pelajar, mahasiswa, akademisi, pengelola perpustakaan, pegiat literasi, pelaku UMKM, hingga pelaku seni dan budayawan.
Selain kabaret, festival yang berlangsung selama tiga hari, 22-24 September 2026, juga menghadirkan bimbingan teknis, talkshow, edukasi, serta berbagai pertunjukan seni.
Menurut Okta, kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat semakin mengenal dan memanfaatkan perpustakaan.
“Sehingga nantinya akan mendorong minat baca dan budaya literasi di Ciamis semakin meningkat,” katanya.
Dia menambahkan, penguatan budaya literasi juga diharapkan berdampak terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Ciamis.
Okta menyebut Ciamis saat ini berada di peringkat kedua di Jawa Barat berdasarkan indikator IPLM yang digunakan pemerintah.
Melalui Festival Literasi Ciamis 2026, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ciamis ingin memperluas ruang bagi masyarakat untuk membaca, belajar, berdiskusi, berkarya, sekaligus mengembangkan kreativitas.
Kabaret yang dimainkan para pegawai menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa pesan literasi dapat disampaikan melalui berbagai medium, termasuk seni pertunjukan.














