Di hadapan petugas, keduanya mendapatkan “kuliah singkat” mengenai bahaya laten miras dan potensi gangguan ketertiban umum.
Namun, alih-alih menjebloskan mereka ke sel, polisi memilih pendekatan persuasif. Setelah didata, petugas segera menghubungi pihak keluarga.
Malam itu juga, orang tua dan wali kedua remaja tersebut dipanggil untuk menjemput anak mereka.
Ikhtiar Menjaga Kondusivitas
Langkah menyerahkan kembali remaja tersebut kepada orang tua dilakukan agar pengawasan di tingkat keluarga bisa lebih diperketat.
Polres Garut berharap kejadian ini menjadi peringatan bagi orang tua lainnya di Kabupaten Garut agar lebih waspada terhadap pergaulan anak-anak mereka, terutama di jam malam.
Melalui patroli dialogis yang intensif, Sat Samapta Polres Garut berkomitmen untuk terus menyisir sudut-sudut kota.
Targetnya satu: memastikan warga Garut bisa tidur nyenyak tanpa gangguan kebisingan atau tindak kriminalitas yang dipicu oleh penyakit masyarakat.














