Solo, Kondusif.com — Nama mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, mendadak mencuat dalam pusaran kontroversi tudingan ijazah palsu Mantan Presiden Indonesia ke tujuh, Joko Widodo (Jokowi). Namun, Presiden Jokowi dengan tegas menepis anggapan bahwa ia melaporkan nama-nama tertentu dalam kasus tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Mantan Presiden Jokowi saat ditemui wartawan di kediamannya, kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, pada Jumat (25/7/2025). Ia menegaskan bahwa laporan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya bukan ditujukan kepada individu, melainkan terhadap peristiwa dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran fitnah.
“Yang saya laporkan itu adalah peristiwa. Dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Saya tidak pernah menyebut atau melaporkan nama-nama tertentu,” ujar Jokowi lugas di hadapan awak media.
Munculnya sejumlah nama, termasuk Abraham Samad, menurut Jokowi, merupakan hasil dari pengembangan penyidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Presiden menekankan bahwa proses tersebut sepenuhnya berada di ranah aparat penegak hukum, bukan atas inisiasi atau desakan dari dirinya.
“Kemudian ada tindak lanjut penyidikan dari Polri dan muncullah nama-nama itu. Jadi sekali lagi, saya hanya melaporkan peristiwa, bukan individu,” jelasnya.
Dalam rangkaian penyidikan kasus ini, Wakil Ketua Umum relawan Pro-Jokowi (Projo), Freddy Damanik, turut dimintai keterangan sebagai saksi dari pihak pelapor. Pemeriksaan terhadap Freddy dilakukan oleh penyidik Polda Metro Jaya pada Kamis (17/7/2025), dengan total 42 pertanyaan yang diajukan.
Freddy mengungkapkan bahwa dalam proses penyidikan tersebut, dirinya diberikan daftar 12 nama yang diduga berkaitan dengan perkara tuduhan ijazah palsu Jokowi. Nama-nama yang disebut, di antaranya Roy Suryo, dr. Tifa, dan Abraham Samad.
Khusus untuk nama Abraham Samad, Freddy menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki informasi apa pun terkait dugaan keterlibatan mantan pimpinan lembaga antirasuah itu.














