Maka dari itu, ia menekankan beberapa poin krusial:
- Peningkatan Kapabilitas: Nakes harus terus memperbarui keahlian seiring lahirnya inovasi global.
- Kolaborasi Lintas Sektor: Perlunya sinergi antara akademisi, praktisi, dan pemerintah agar teknologi yang lahir benar-benar aplikatif dan berkelanjutan.
- Aksesibilitas: Memastikan teknologi tersebut mempermudah, bukan mempersulit akses kesehatan warga.
Andang berharap seminar bertajuk “Transformasi Teknologi Kesehatan: Optimalisasi Kapabilitas Tenaga Kesehatan dan Aksesibilitas sebagai Peluang di Era Digital” ini mampu menelurkan solusi konkret.
“Kami ingin lahir ide-ide segar untuk menjawab tantangan kesehatan masa depan,” tambahnya.
Senada dengan Sekda, Ketua STIKes Muhammadiyah Ciamis, Nurhidayat, menyebut agenda garapan BEM ini sebagai kawah candradimuka bagi mahasiswa.
Baginya, organisasi mahasiswa memegang peran vital dalam memperluas cakrawala keilmuan di luar bangku kuliah formal.
”Ilmu kesehatan itu dinamis, terus berkembang. Kita harus mengikuti ritme perkembangannya agar tidak ketinggalan kereta,” tegas Nurhidayat.
Seminar internasional yang menghadirkan sederet pakar kompeten ini pun menjadi ajang strategis bagi calon nakes dan praktisi untuk saling tukar gagasan, demi mematangkan persiapan Ciamis menyongsong era kesehatan serba digital.














