banner 720x220

“KH Moch Ali Berpulang, Tanjungmanggu Kehilangan Penjaga Tradisi Keilmuan Pesantren”

KH. Moch Ali bin Mama Sulaiman Jamal. (Foto Istimewa)
KH. Moch Ali bin Mama Sulaiman Jamal. (Foto Istimewa)

Kamis malam, Tanjungmanggu kehilangan salah satu penjaga tradisi keilmuannya. Ciamis kehilangan seorang ulama yang selama puluhan tahun memilih mengabdikan diri jauh dari hiruk-pikuk panggung, tetapi terus menjaga nyala ilmu di lingkungan pesantren.

Kepergian KH Moch Ali juga menyisakan pekerjaan besar bagi generasi berikutnya: bagaimana menjaga tradisi keilmuan yang telah berlangsung selama hampir dua abad agar tidak terputus oleh perubahan zaman.

Sebab, warisan seorang ulama tidak hanya berupa bangunan pesantren atau kitab-kitab yang tersusun di rak.

Warisan terbesar seorang guru adalah ilmu yang ditanamkan, adab yang dicontohkan, cara berpikir yang diwariskan, keteladanan yang ditinggalkan serta nilai-nilai yang terus hidup dalam diri para murid.

KH Moch Ali telah memilih jalan pengabdian itu.

Sunyi, sederhana dan jauh dari sorotan. Namun dari jalan sunyi tersebut, ilmu terus diwariskan dari seorang guru kepada murid, dari satu generasi kepada generasi berikutnya.

Foto: Ribuan Jemaah Mendoakan Kepergian KH Moch Ali bin Mama Sulaiman Jamal.
Foto: Ribuan Jemaah Mendoakan Kepergian
KH Moch Ali bin Mama Sulaiman Jamal

Kini, tugas menjaga warisan itu berada di tangan mereka yang pernah belajar dan mendapatkan teladan darinya.

Semoga ilmu yang diajarkan KH Moch Ali bin Mama Sulaiman Jamal menjadi amal jariyah yang tidak terputus. Semoga keteladanan dan tradisi keilmuan yang selama ini dijaganya tetap hidup di Pondok Pesantren Tanjungmanggu dan terus memberi manfaat bagi generasi mendatang.

Semoga Allah SWT mengampuni segala khilafnya, menerima amal ibadahnya, melapangkan tempat peristirahatannya serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Selamat jalan, KH Moch Ali bin Mama Sulaiman Jamal.

Jejakmu mungkin sunyi, tetapi ilmu yang engkau wariskan semoga terus bersuara.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.(Red)***

 

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *