Karena itu, kemampuan menggunakan media sosial secara bijak menjadi bagian penting dari kesadaran hukum yang perlu dimiliki generasi muda.
“Para pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang harus kita jaga dan arahkan bersama. Kami mengajak seluruh siswa untuk fokus belajar, menjauhi pergaulan negatif, saling menghargai, serta berani mengatakan tidak terhadap perundungan, narkoba, tawuran, dan berbagai tindakan yang dapat merusak masa depan,” kata Eko.
Ia juga meminta siswa memanfaatkan masa sekolah untuk mengembangkan kemampuan dan mengejar cita-cita.
Edukasi tersebut berlangsung sekitar 45 menit, mulai pukul 07.00 hingga 07.45 WIB.
Sejumlah pejabat Polres Ciamis turut hadir, di antaranya Kasat Binmas dan Kanit 3 Sat Intelkam.
Kepala sekolah serta jajaran guru SMPN 3 Ciamis juga mengikuti kegiatan tersebut.
Program Polisi Peduli Pendidikan ini menjadi salah satu pendekatan preventif kepolisian untuk membangun kesadaran hukum di kalangan pelajar.
Melalui pendekatan langsung ke sekolah, polisi berupaya mengenalkan risiko pelanggaran hukum sekaligus mendorong pencegahannya sejak dini.
Namun, upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman tidak hanya bergantung pada kepolisian.
Peran guru, orang tua, dan lingkungan pergaulan juga diperlukan untuk mengenali serta mencegah perilaku menyimpang di kalangan remaja.
Pihak sekolah mengapresiasi edukasi yang disampaikan Polres Ciamis.
Materi mengenai perundungan, kedisiplinan, dan kenakalan remaja dinilai relevan dengan persoalan yang dihadapi pelajar saat ini.
Melalui program tersebut, Polres Ciamis berharap sekolah dapat menjadi ruang belajar yang aman, sekaligus tempat bagi siswa untuk membangun karakter dan memahami konsekuensi dari setiap tindakan.














